Lompat ke konten

Mimi Buruk Tersingkap di Depan Tottenham Hotspur

  • oleh

Penggemar Tottenham Hotspur terus berusaha memberikan dukungan sebaik dan sekuat yang mereka bisa ke tim kebanggaannya. Dukungan terus diberikan di tengah rasa skeptis mereka setelah direksi justru menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih sementara. Walau statusnya hanya sementara, banyak penggemar yang justru mengklaim kalau penunjukan ini ibarat menandatangani vonis mati sendiri. Kekhawatiran penggemar sekarang terbukti. Spurs sekarang berada di ambang mencetak rekor yang tak mereka inginkan di Liga Primer Inggris. Mereka harus melangkah dengan penuh hati-hati karena rekor negatif ini bisa saja terwujud ketika mereka melawan Fulham nanti.

Mimpi Buruk Bayangi Igor Tudor dan Tottenham Hotspur

Pelatih sementara Tottenham Hotspur, Igor Tudor, harus siap untuk menghadapi mimpi buruk. Mendapatkan tugas baru di tempat yang baru tak selamanya langsung berjalan mulus dari awal. Tugas baru yang dia dapatkan sebagai pelatih baru Spurs justru menempatkannya di titik yang penuh dengan perjuangan dan masalah yang harus segera diatasi dalam waktu yang cukup singkat. Tim ini harus berjuang keras agar mereka bisa mempertahankan tempat di Liga Primer. Poin minim yang mereka dapatkan sampai sekarang membuat mimpi buruk terjungkal ke Championship semakin besar setiap harinya. Tapi ini masih bukan akan menjadi satu-satunya mimpi buruk yang siap menghancurkan harapan semua penggemar Spurs.

Igor Tudor berisiko bersama dengan semua pemain Spurs untuk mencetak rekor yang tidak mereka inginkan. Rekor ini bisa menjadi catatan buruk terutama untuk karir Tudor sebagai pelatih. Pertandingan Spurs dengan Fluham di hari Minggu yang akan datang di Craven Cottage akan menjadi momen pembuktian ini. Pelatih yang dulu pernah bertugas di Marseille dan Juventus ini sudah mengalami awal terburuk yang pernah dijalaninya dari kursi pelatih di akhir minggu lalu. Meski sempat optimis dengan tugas ini ketika pertama kali bergabung, tapi dia gagal membuktikan kalau mereka bisa bertahan. Saat dipertemukan dengan Arsenal di laga derbi London utara, mereka hanya bisa mencetak 1 gol. Sebaliknya, dari kubu seberang, ada 4 gol yang mereka cetak. Perbedaan yang sangat signifikan membuat wasit memutus The Gunners menang ketika peluit terakhir  dibunyikan.

Spurs terpaksa harus terus berjalan di tengah kondisi mereka yang masih berjuang untuk pulih setelah banyak pemain diterpa cedera. Dari awal, mereka memang tidak berharap bisa mendapat ekstra poin dari pertandingan melawan pemangku posisi puncak klasemen. Tapi setidaknya penggemar sempat punya harapan ketika tim ini tampak bisa bermain dengan cukup baik di babak pertama. Arsenal yang jauh lebih unggul sempat mereka bisa tahan dengan imbang. Kedua tim sempat tertahan di skor 1-1 di babak pertama. Tapi babak kedua menjadi mimpi buruk bagi Spurs. Tiga gol langsung dicetak lawan mereka, yang gagal mereka balas atau imbangi sampai detik terakhir.

Hadapi Risiko Terjungkal ke Degradasi

Lili Putih terus harus berusah auntuk mengatasi ancaman mereka tersingkir ke kompetisi kasta dunia untuk pertama kalinya di sepanjang sejarah mereka bergabung di LIga Primer. Bagi Tudor sebenarnya hasil dari pertandingan ini tidak akan banyak membantu situasinya bersama mereka. Dari awla, dia memang hanya ditugaskan sebagai pelatih sementara. Apapun yang terjadi antara bulan ini dengan Mei nanti tidak akan mempengaruhi statusnya. Dia tetap akan diberhentikan dari posisinya sekarang bersama mereka.

Ketika semua pelatih sementara berharap bisa mengakhiri masa tugas mereka dengan baik, Igor Tudor mungkin akan kesulitan mencapai hal yang sama. Pelatih asal Kroasia ini berisiko akan menciptakan sejarah yang sama sekali tak pernah dia inginkan. Baru ada 2 pertandingan yang dijalaninya dari pos penting ini. Tapi dia berisiko akan memecahkan rekor sebagia pelatih tim Liga Primer yang kebobolan 4 atau lebih gol dalam 2 pertandingan pertama mereka di kejuaraan ini.

Mimpi Buruk Bisa Menghantam Tottenham Hotspur

Dari penelusuran kami, hanya ada 1 pelatih kepala Spurs lain yang pernah kalah dalam 2 dari peratndingan perdana mereka di Liga Primer Inggris. Martin Jol menjadi pelatih Spurs lainnya dengan catatan buruk ini. Dia tak bisa terhindar dari reputasi buruk setelah kalah 4-5 dari Arsenal dan kemudian 0-1 dari Aston Villa dalam 2 pertandingan pertamanya bersama tim ini.

Kalau saja Tottenham Hotspur kembali menghadapi mimpi buruk ini di akhir minggu, Igor Tudor akan sangat terdampak. Dia akan mencatatkan rekor terburuk sebagai pelatih mereka di sepanjang sejarah. Tapi Lili Putih juga akan bisa mencapai rekor lain yang sama sekali tidak pernah diinginkan oleh tim manapun.

Sampai titik ini, Tottenham Hotspur menjadi satu-satunya tim di Liga Primer untuk tahun ini yang masih terus berjuang untuk bisa menggaet kemenangan pertama mereka. Semua strategi dan taktik bermain yang mereka gunakan masih gagal membuat mereka bisa mendapat 3 poin dari satu pertandingan saja. Taktik yang digunakan sejauh ini hanya membuat mereka bisa seri dalam 4 pertandingan dan kalah 5 kali dalam 9 pertandingan mereka di tahun ini. Pertandingan terakhir ketika tim ini sukses menggaet 3 poin adalah di tahun lalu ketika mereka unggul dari Crystal Palace.

Seandainay saja tim tamu gagal mengalahkan mereka di hari Minggu ini, mereka akan bisa menyamai rekor pertandingan tanpa menang terbanyak dalam sejarah Liga Primer. Rekor ini sampai sekarang masih dipegang oleh Ossie Ardiles yang mencapainya di tahun 1994 silam. Pada tahun itu, Tottenham Hotspur harus melewati 10 pertandingan berturut-turut tanpa bisa menang. Mereka kalah 7 kali dan harus ditahan seri 3 kali. Perjalanan buruk ini akhirnya berhenti kereka mereka menang atas Everton dengan skor tipis 1-0.

Untuk pertandingan nanti, Tottenham Hotspur akan bertandang ke Craven Cottage ssebagai underdog. Tapi akan mengejutkan kalau Fulha, memilih untuk bermain agresif dengan langsung menempatkan 4 orang striker untuk menghadapi Spurs. Langkah ini akah cukup menarik perhatian kalaul mereka gunakan, terlebih setelah juara Liga Eropa ini mendapat kabar baik tentang pemain mereka yang akhirnya bisa kembali tampil di bagian belakang.

Kevin Danso dan Pedro Porro sekarang masing-masing sedang berjuang untuk bisa segera kembali bermain setelah mengalami cedera untuk derbi London di hari Minggu nanti. Dua pemain ini tinggal menunggu keputusan dari tim medis apakah mereka bisa memperkuat skuad Igor Tudor dengan format 3 orang pemain bertahannya yang populer.

Danso akan diutamakan untuk bergabung dengan Micky van de Ven dan Radu Dragusin di bagian belakang. Formasi ini akan digunakan setelah Cristian Romero belum bisa bermain karena harus menjalani suspensi bertanding. Langkah ini akan memberikan kesempatan bagi Joao Palhinha untuk kembali ke bagian tengah favoritnya. Sementara Porro akan berjuang untuk bisa kembali mendapatkan tugas di bagian sayap kanan untuk dipasangkan dengan Archie Gray. Mantan pemain Manchester City ini berhasil membangun reputasinya di peran ini di Sporting Lisbon sebelum kembali dipanggil bertugas di Liga Primer.