Lompat ke konten

Tanggapan Thomas Frank tentang Isu Karir Baru

  • oleh

Bagi setiap tim sepakbola, bursa selalu menjadi momen penuh penantian. Ada banyak pergerakan yang bisa melahirkan kejutan, entah itu pergerakan pelatih atau pemain. Di Eropa, pergerakan ini semakin intens terutama ketika memasuki musim panas. Untuk tahun ini saja sudah ada beberapa kabar yang mengindikasikan kalau musim panas tahun ini akan berjalan dengan sangat menarik. Ada beberapa nama yang akan bergerak, meski tidak semua rumor yang beredar bisa diartikan sebagai kenyataan. Setidaknya bagi Thomas Frank, setelah namanya sempat masuk dalam beberapa pemberitaan, mantan pelatih Spurs ini rupanya punya pandangan lain.

Thomas Frank Tanggapi Rumor

Dunia sepakbola tidak pernah lepas dari isu. Menjelang datangnya bursa transfer, biasanya isu-isu justru akan berhembus dengan semakin kencang. Tak selamanya tentang pemain, tak jarang isu yang berhembus justru menyinggung calon pelatih untuk tim-tim tertentu. Untuk musim panas ini, nama Thomas Frank menjadi salah satu yang ramai dibicarakan. Di saat banyak tim seperti Manchester United, Chelsea, sampai Manchester City gencar melakukan perubahan pelatih, namanya digadang-gadang sebagai yang akan turut terlibat dalam proses transisi pelatih. Kabar ini langsung menarik perhatian publik. Tapi hanya beberapa saat setelahnya, pria yang disinggung dalam rumor ini langsung menepis kabar yang beredar. Dia menegaskan kalau dirinya tidak punya rencana apapun untuk menerima tugas pelatih yang baru di musim panas ini.

Kemunculan nama pria kelahiran Denmark ini dalam bursa transfer pelatih memang bukan hal yang aneh. Dia sampai saat ini belum kembali bertugas sebagai pelatih sejak terakhir diberhentikan Tottenham Hotspur sebagai pelatih mereka. Perjalanan dua nama ini akhirnya berhenti di bulan Februari lalu. Keputusan ini sebenarnya tidak mengejutkan. Performa yang buruk setelah 38 pertandingan dia jalani bersama mereka membuat Spurs akhirnya mengambil keputusan untuk menyudahi kerjasama meski baru berjalan seumur jagung.

Nasibnya dengan Tottenham Hotspur memang sangat kontras kalau dibandingkan dengan tim sebelumnya. Sebelum menjadi pelatih Spurs, pria kelahiran Denmark ini sempat melatih Brentford. Disana, prestasinya jauh lebih mentereng. Sementara setelah pindah ke Spurs dan melatih disana, dia hanya bisa memberikan 13 kali menang bersama mereka. Angka ini setara dengan hanya 30% kemenangan dair semua pertandingan mereka. Hasil ini membuat Spurs sampai terpaksa harus mati-matian untuk mempertahankan tempat mereka di Liga Primer Inggris.

Dikaitkan dengan Beberapa Tim

Seandainya saja hasil buruk ini dilakukan oleh pelatih lain, mungkin ceritanya akan berbeda. Tapi seorang Thomas Frank tidak terlalu terpengaruh dengan hasil buruk ini. Prestasi yang dia dapatkan dari tim-tim sebelumnya masih dianggap jauh lebih menawan daripada kegagalannya di Spurs. Maka ketika dia dan Spurs akhirnya memilih untuk berpisah, karirnya sebenarnya tidak langsung mentok begitu saja. Faktanya pelatih berusia 52 tahun ini masih memiliki cukup banyak peminat yang siap untuk segera menariknya kembali bermain. Dua nama paling sering muncul dalam persaingan ini: Crystal Palace dan Fulham. Seperti yang terjadi di banyak tim Eropa, dua tim ini sedang mencari pelatih baru untuk memotori perubahan tim.

Hanya saja, kabar mengejutkan datang di hari Jumat sore yang lewat. Thomas Frank mengeluarkan pernyataan resmi. Lewat pernyataan ini, dia memastikan kalau dirinya sedang tidak dalam kondisi tergesa-gesa untuk segera kembali melatih tim.

Thomas Frank Rilis Pernyataan Resmi

Pernyataan resmi ini langsung menjadi topik pembicaraan banyak media. Lewat pernyataan resmi ini, mantan pelatih Spurs ini menegaskan kalau dirinya sekarang ingin mengambil momen untuk mengucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah mencoba menghubunginya dalam beberapa bulan terakhir. Dia mengucapkan terimakasih mendalam atas dukungan dan dorongan yang dia terima dari banyak orang.

Dia kemudian mengatakan kalau meninggalkan Tottenham memberikannya kesempatan untuk menarik diri dan berefleksi atas perjalanan hidupnya. Menurutnya melatih tim sepakbola adalah sebfuah profesi yang menuntut komitmen penuh di setiap hari dan periode setelah meningglakan peran ini adalah sebuah kesempatan yang langka untuk menilai, belajar, dan mendapatkan kembali perspektif yang baru. Dia kemudian mengatakan kalau dari sudut pandang orang luar, yang dialami Spurs adalah momen penuh tantangan dengan hasil yang tidak seperti mereka harapkan. Tapi dari sudut pandang orang dalam, kondisi ini menegaskan situasi tim yang sangat spesial, penuh dengan pemain berbakat yang selalu bekerja tanpa letih setiap hari. Dia juga menegaskan kalau modal ini akan membuat Tottenham memiliki masa depan yang sangat cerah.

Thomas Frank juga mengakan kalau sepakbola tetap menjadi bagian besar dalam dirinya. Dia telah memilih untuk menggunakan waktu ini dengan produktif. Dalam waktu beberapa bulan ke depan, di samping menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, dia akan terus belajar, melakukan observasi, dan mendalami kemampuan dari pemimpin lain baik dari dalam sepakbola dan di luar olahraga secara umum.

Dia juga mengatakan kalau dirinya akan menghabiskan waktu untuk menyaksikan Piala Dunia, termasuk bertugas sebagai komentator untuk beberapa stasiun televisi. Dia juga sudah menjadwalkan untuk ambil bagian dalam ajang balap sepeda Tour de France. Menurutnya, dengan mengambil jarak dari sepakbola seperti ini dia bis amemperlebar perspektifnya dan mendapatkan pandangan yang dia harapkan bisa diterapkan untuk menghadapi tantangan di depan.

Dia memang mengakui kalau ada pembicaraan dan peluang sejak dirinya meninggalkan Spurs. Tapi kemudian dia memilih untuk tidak terlalu bergesa-gesa untuk menjalani peran berikutnya. Baginya, musim panas tahun ini buakn waktu yang tepat untuk kembali melatih sebuah tim. Menurutnya, ketika waktunya tepat, dia akan berencana untuk kembali menjalani perannya sebagai pelatih. Di waktu itu, dia akan siap untuk menyambut kembali peran yang baru dengan energi dan dedikasi yang hebat.

Pengumuman ini menjadi kabar penting bagi semua tim yang berharap bisa mendapat tenaga dan pengalaman dari Thomas Frank. Bagi Crystal Palace, mereka memang sempat mempertimbangkan mantan pelatih Spurs ini untuk bergabung dengan mereka. Faktanya mereka sudah menghabiskan beberapa waktu belakangan untuk mencoba menemukan pelatih yang tepat untuk menggantikan tugas Oliver Glasner.

Pelatih Lens, Pierre Sage, saat ini cukup ramai diberitakan dilirik untuk menggantikan pelatih asal Austria ini. Kalau tidak ada aral melintang, mungkin mereka akan segera mengumumkan penunjukannya dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, persaingan untuk menjadi pelatih Fulham lebih terbuka. Nama Thomas Frank masih dipertimbangkan sampai saat ini untuk menjadi pelatih baru mereka menggantikan Marco Silva. Hanya saja memang dia tidak sendirian. Fulham masih punya beberapa nama lain untuk mereka pertimbangkan. Yang paling favorit selain mantan pelatih Spurs ini addalah pelatih Ipswich Town, Kieran McKenna.