Lompat ke konten

Siapa Kandidat Juara Piala Dunia 2026?

  • oleh

Piala Dunia 2026 akan segera berjalan dalam waktu beberapa saat ke depan. Negara-negara dari seluruh penjuru bumi akan bertemu di 3 negara asal benua Amerika untuk bersaing demi mendapat reputasi sebagai yang terkuat dan terbaik di tingkat internasional. Setiap kali turnamen ini diselenggarakan di setiap 4 tahun sekali, selalu muncul prediksi-prediksi tentang negara yang akan keluar sebagai juara. Bagi mantan pemain legendaris Chelsea, Marcel Desailly, dia punya pandangan sendiri tentang siapa yang akan menjadi juara turnamen ini setelah Argentina di tahun 2022.

Menanti Lahirnya Juara

Turnamen Piala Dunia 2026 akan segera dimulai dalam waktu sangat dekat. Penggemar sepakbola dari seluruh dunia akan dengan tidak sabar menanti kejutan-kejutan baru yang akan lahir. Animo akan semakin bertumbuh terutama kalau menyinggung siapa yang akan segera menjadi juara dari turnamen bergengsi ini.

Seperti yang sudah-sudah, beberapa nama klasik mulai bermunculan sebagai kandidat juara. Bnayak yang memfavoritkan Inggris, Perancis, sampai Spanyol sebagai yang paling punya peluang besar untuk menjuarai turnamen tingkat internasional paling bergengsi ini. Seperti yang sudah-sudah, juara petahana tetap menjadi salah satu kandidat kuat. Setelah menang di ajang yang sama di tahun 2022 di Qatar, tim nasional Argentina masih difavoritkan banyak orang untuk kembali menjadi juara turnamen ini. Sebenarnya bukan hanya aspirasi penggemar, mereka juga berencana untuk kembali menjadi juara. Kalau berhasil, timnas Argentina akan menjadi negara ketiga yang pernah memenangkan turnamen ini secara berurutan. Sampai sekarang, hanya ada 2 negara yang pernah mencapai prestasi ini: Italia dan Brasil.

Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Mulai Bermunculan

Penggemar bukan satu-satunya pihak yang antusias mengeluarkan prediksi mereka tentang Piala Dunia 2026. Ada banyak kalangan lain yang juga tenggelam dalam animo yang sama. Selain penggemar, ada juga nama-nama legendaris yang dulu memberi warna untuk sepakbola di masa mereka masing-masing. Seperti penggemar, mereka juga memiliki pandangan sendiri tentang tim nasional yang akan menjadi juara di ajang empat tahunan ini.

Salah satu nama legendaris yang menyuarakan pandangannya belakangan adalah Marcel Desailly. Pernah tergabung dalam timnas yang menjadi juara turnamen ini di masa lalu, mantan pemain legendaris Chelsea ini sekarang bersuara. Menurutnya, tahun ini akan menjadi tahun kejutan. Argentina memang punya peluang menang. Tapi dia percaya ada nama lain yang lebih layak untuk menjadi juara turnamen ini.

Prediksi Legenda Chelsea tentang Juara Piala Dunia 2026

Pada tahun 1998, Desailly tergabung dalam tim nasional Perancis dan berhasil memenangkan kejuaraan Piala Dunia 1998. Trofi waktu itu menjadi yang pertama kali mereka dapatkan dalam sepanjang sejarah sepakbola di negeri ini. Prestasi monumental ini berhasil mereka dapatkan setelah mengalahkan Brasil di partai puncak. Tiga gol mereka cetak ke gawang Brasil. Tapi sampai pertandingan berakhir, tidak ada satu pun gol balasan yang mereka dapatkan dari rivalnya.

Prestasi ini tak perlu dipungkiri lagi menjadi puncak dari perjalanan karirnya sebagai pemain sepakbola. Sempat muncul harapan kalau Perancis akan bis amempertahankan prestasi ini ketika turnamen yang sama digelar kembali empat tahun berikutnya. Tapi mimpi buruk terjadi ketika performa mereka merosot drastis. Bahkan ketika dia dipercaya untuk menjadi kapten dari timnas Perancis, fans mereka harus menahan kecewa. Timnas Perancis hanya bisa menempati dasar klasemen Grup A.

Hasil ini membuatnya bisa menjalani sendiri titik terendah dan tertinggi dalam sepakbola tingkat internasional. Berangkat dari pelajaran ini, mantan kapten timnas Perancis ini punya pandangan tentang tim yang dia prediksi akan bisa menjadi juara Piala Dunia 2026. Kepada media, dia mengatakan kalau Portugal paling memungkinkan untuk menjadi juara pada turnamen tahun ini.

Secara pribadi, dia berharap bisa menyaksikan Cristiano Ronaldo bisa naik ke podium dan mengangkat trofi legendaris Piala Dunia seperti yang dilakukan Lionel Messi dan teman-temannya empat tahun yang lalu. Dia memang mengagumi sosok Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi secara setara. Tapi kalau diminta untuk memberi pandangan pribadi, dia memprediksi kalau tahun ini akan menjadi tahun keberuntungan timnas Portugal. Dalam pandankgannya, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain, Portugal memiliki kekuatan yang paling solid. Mereka punya kemampuan yang solid di semua sisi. Soliditas ini akan menjadi modal merkea untuk bisa menjuarai Piala Dunia 2026. Maka kalau terjadi, publik akan bisa menjadi saksi ketika Cristiano Ronaldo mengangkat trofi yang sama seperti yang diangkat oleh Lionel Messi pada tahun 2022 yang lewat.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo dan penggemarnya sudah tau pasti kalau kapten timnas Portugal ini dapat dipertimbangkan sebagai pemain terbaik yang bertarung dalam kejuaraan ini kalau benar mereka akhirnya dinyatakan sebagai juara. Bagi mantan pemain Manchester United ini, kemungkinan dia juga akan mengerahkan kemampuannya di turnamen ini jauh lebih intens dibandingkan sebelumnya. Ada kemungkinan Piala Dunia 2026 akan menjadi kejuaraan terakhir yang bisa dia ikuti sebagai pemain.

Dengan kemampuan yang ada dalam dirinya sekarang, kapten tim nasional Portugal ini di mata beberapa pengamat berada di level yang sama dengan Lionel Messi, Diego Maradona, sampai Pele. Tapi ada satu hal yang belum dia miliki untuk benar-benar ada di level yang setara dengan para pemain legendaris ini. Belum pernah di membantu negara asalnya untuk mengangkat trofi Piala Dunia yang legendaris.

Portugal memang sampai sekarang dipandang sebagai salah satu kandidat paling unggul untuk menjuarai turnamen ini. Tapi dari kesempatan sebelumnya, hasil terbiak yang bisa mereka dapatkan di turnamen ini terjadi puluhan tahun yang lalu. Peringkat terbaik mereka di turnamen ini terjadi di tahun 1966 ketika mereka menjadi juara ketiga.

Padahal tim ini lolos kualifikasi untuk setiap kompetisi ini sejak tahun 2002. Tapi mereka gagal untuk memberikan jawaban yang dinantikan penggemar. Kalau melihat sepanjang abad ke-21, hasil terbaik yang bisa mereka dapatkan adalah di tahun 2006. Waktu itu, mereka bisa mengamankan tempat sebagai peringkat keempat di kejuaraan ini. Hanya saja, langkah mereka ke semifinal terjadi 20 tahun yang lalu. Sejak saat itu, mereka belum pernah sama sekali melalui fase perempat final di turnamen ini. Mereka sempat nyaris mencapai titik ini di tahun 2022. Tapi langkah mereka harus terhenti ketika dikalahkan oleh timnas Maroko.