Arsenal sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi lawan mereka yang berikutnya. Di minggu 28 kompetisi Liga Primer, tim yang masih nyaman berada di puncak klasemen ini berikutnya akan dipertemukan dengan Chelsea. Mikel Arteta akan kembali menguji strateginya dengan pelatih baru The Blues, Liam Rosenior. Tapi persaingan di lapangan nanti tidak hanya akan tentang pelatih dari masing-masing tim. Pemain dari kedua kubu juga akan memanfaatkan momen ini untuk mengukir prestasi masing-masing. Dari kubu Arsenal, Eberechi Eze, berharap kesempatan ini akan bisa membuatnya menyamai rekor yang sampai sekarang dipegang oleh Pierre-Emerick Aubameyang.
Eberechi Eze Menanti Peluang Samai Rekor
Pemain kunci The Gunners, Eberechi Eze, siap untuk menyamai rekor yang dicetak Pierre-Emerick Aubameyang. Kesempatan ini akan terbuka lebar ketika nanti dia tampil dalam pertandingan mereka berikutnya di Liga Primer. Dalam pertandingan yang akan dihelat di hari Minggu nanti, The Gunners akan berhadapan dengan rival mereka, Chelsea.
Pemain yang dulu pernah tergabung di Crystal Palace ini gagal untuk bermain secara konsisten sejak kehadirannya di tengah emreka di musim panas lalu. Mulai muncul tuntutan dari penggemar agar Liam Rosenior tidak terlalu sering menggunakannya dalam pertandingan mereka. Memang ada beberapa pertandingan yang bisa membuktikan kemampuan besar yang dimiliki pemain ini. Yang paling tersimpan dalam kenangan penggemar adalah pertandingan mereka dalam laga derbi London utara.
Eberechi Eze menjadi sosok yang tampil gemilang dalam pertandiingan ini. Ketika pertama kali melawan Tottenham di bulan November lalu, dia berhasil mencuri perhatian semua penonton usai mencetak tiga gol sekaligus dalam satu pertandingan. Minggu lalu, ketika mereka kembali bertanding melawan Lili Putih, dia kembali tampil dominan. Dia sukses mencetak gol pamungkas mereka dalam pertandingan ini. The Gunners akhirnya kembali unggul dengan skor akhir 4-1 yang bertahan sampai menit terakhir. Dengan gol ini, pemain Arsenal tadi berhasil mengumpulkan 5 gol yang didapatkannya hanya dari 2 laga ketika melawan Spurs di sepanjang musim ini.
Fakta di Balik GOl Eberechi Eze
Kalau ditelusuri lebih jauh, satu-satunya gol yang dia dapatkan di luar dsari pertandingan melawan Tottenham adalah di musim sekarang. Seperti yang terjadi dengan Spurs, gol ini juga lahir dalam pertandingan derbi London. Pemain yang sama berhasil menjadi penentu kemenangan mereka melawan mantan klubnya, Crystal Palace. Pertandingan yang mempertemukan dua tim ini di bulan Oktober silam berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi The Gunners. Sampai menit terakhir pertandingan, tidak ada satu gol pun yang dicetak Palace ke gawang emreka.
Pemain terakhir dari barisan Arsenal yang bisa mencetak lebih banyak gol dalam pertandingan derbi London dalam satu laga Liga PRimer Inggris adalah Aubameyang. Rekor ini dia cetak di musim 2018/19 yang lalu. Tapi kalau saja Eberechi Eze bisa bermain dengan konsisten seperti sekarang, dia bisa saja menyamai rekor yang dicetak pemain kelahiran Ghana tersebut. Mereka bisa saja berada di level yang sama dengan 7 gol ketika pemain Arsenal ini mencetak gol pada hari Minggu nanti.
Siap Samai Rekor Aubameyang
Delapan musim yang lalu, Aubameyang berhasil mencetak rekor usai mengumpulkan 7 gol dalam laga derbi London. Tiga tim yang berbeda menjadi penyumbang golnya sampai mencetak rekor ini. Yang paling terekam dalma sejarah adalah ketika dia bertanding melawan Tottenham Hotspur. Saat pelatih Arsenal masih Unai Emery waktu itu, dia behrasil mencetak 2 gol sekaligus. Dengan total 4 gol yang dicetak The Gunners dalam pertandingan ini, Spurs harus mengakui kalau mereka kalah telak. Dua gol yang mereka dapatkan dari pertandingan ini membuat mereka harus rela untuk memberikan 3 poin kepada lawannya.
Pemain yang sekarang tergabung di Marseille ini juga mencetak 3 gol saat mereka melawan Fulham. Dari tiga gol ini, satu gol dicetaknya ketika mereka bertanding di Emirates, sedangkan dua lainnya di Craven Cottage. Dia juga berhasil mencetak masing-masing satu gol dalam 2 pertandingan mereka yang mempertemukan tim ini dengan Crystal Palace, yang waktu itu masih berjalan bersama Roy Hodgson.
Aubameyang juga mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan mereka di Vicarage Road. Gol ini sukses membuat mereka unggul dari Watford. Walau hanya ada 1 gol yang mereka cetak dalam pertandingan ini, tapi lawan yang gagal melakukan serangan balik membuat wasit akhirnya menetapkan mereka sebagai pemenang. Tapi memang gol ini tidak bisa dihitung dalam rekornya karena lawan mereka tidak bermarkas di London, membuat pertandingan ini tidak layak masuk dalam perhitungan gol dalma derbi London.
Sekarang, Eberechi Eze akan mendapatkan kesempatan emas di tengah usahanya untuk bisa menyaingi rekor yang dicetak Aubameyang pada musim 2018/19 yang lalu. Pada hari Minggu nanti, pemain berusia 27 tahun ini akan mempertahankan perannya dalam skuad utama mereka. Meski sudah ada Martin Odegaard yang kembali pulih dan siap untuk pertandingan ini, tapi Mikel Arteta tetap memasukkan namanya dalam skuad mereka untuk pertandingan hari Minggu nanti.
Sang kapten akhirnya menyelesaikan penantiannya di bangku pemain cadangan. Dia berhasil melakukan asist dan membantu Viktor Gyokeres untuk mencetak gol keduanya di Stadion Tottenha, Hotspur. Kehadirannya dipastikan meski Mikel Arteta tidak secara eksplisit menyebut kalau emreka akan menggunakan Odegaard dan Eberechi Eze dalam pertandingan ini.
Pemain kelahrian Inggris ini sempat mengalami ujian di bagian depan rii Arsenal, perjalanan yang gagal diselesaikannya dengan baik. Tapi kekosongan ini berhasil diatasi oleh Gabriel Martinelli di EPL musim sekarang. Sementara Leandro Trossard hanya berhasil melakukan 1 asist tanpa mencetak gol langsung dalam 9 pertandingan terkahirnya di komeptisi yang sama.
Wartawan sempat bertanya kepada Arteta tentang strateginya untuk dua pemain tadi. Pelatih Arsenal ini kemudian mengatakan kalau ada kemungkinan dia akan menggunakan Eberechi Eze dan Odegaard i bagian tengah. Dia sempat mengingat kalau mereka pernah melakukannya sekali dulu. Tapi strategi ini tidak bisa bertahan lama karena waktu itu Martin mengalami cedera di bagian bahu.
Pelatih asal Spanyol ini juga membahas kemungkinan mereka untuk mengubah kombinasi ini dengan menggantikan Odegaard dengan Piero Hincapie. Dua pemain ini bisa diturunkan di bagian kiri. Pelatih yang sama juga memberi petunjuk kalau nama yan terdahulu juga bisa dipindahkan ke pos gelandang di masa depan. Menurutnya, strategi ini bisa mereka trapkan di masa depan. Ketika mereka bicara tentang koneksi, ada koneksi yang membuatnya berpikire kalau semua skenario ini bisa berjalan, terutama ketika menghadapi lawan tertentu. Ini menjadi opsi lain yang bisa mereka gunakan.
Pelatih The Gunners ini juga kemudian memberikan petunjuk tentang langkah mereka di musim panas nanti untuk Hincapie. Menjelang pertandingan mereka di hari Minggu melawan Chelsea, Arteta mencoba menjawab kekhawatiran penggemar. Dukungan penggemar akan menjadi kunci bagi mereka dalam menghadapi The Blues. Pelaung mereka menang sebenarnya cukup tinggi karena The Gunners belum pernah kalah dalam 10 pertandingan berturut-turut sejak mereka kalah 0-2 di kandang sendiri di bulan Agustus 2021.
