Lompat ke konten

Viktor Gyokeres Dibela Mantan Bek Arsenal

  • oleh

Arsenal terus berusaha untuk mengerahkan kemampuan terbaik yang bisa mereka berikan. Minggu-minggu awal di musim yang baru memainkan peran penting dalam strategi Mikel Arteta. Tak mau melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan Liverpool, The Gunners berusaha keras untuk bisa mengamankan secepat mungkin momentum untuk merebut poin sebanyak mungkin. Menang di minggu-minggu awal musim kompetisi menjadi krusial karena bisa menjadi pendorong semangat bagi semua pemain. Tapi sekadar menang di awal juga tidak cukup. Arteta harus memastikan kalau semua pemain mereka bisa terus bermain dengan konsisten. Arahan ini dia berikan kepada semua pemain mereka, termasuk Viktor Gyokeres. Meski baru bergabung dengan mereka, penggemar menempatkan harapan yang besar bagi mantan pemain Sporting Lisbon ini. Meski demikian, kehadirannya juga tidak luput dari beberapa catatan negatif.

Kiprah Viktor Gyokeres dkk. di Awal Musim

Arsenal memastikan setiap langka mereka di awal musim sesuai dengan rencana yang ditetapkan Mikel Arteta. Ketika musim baru dimulai, mereka langsung bermain dengan agresif. Akibatnya terasa dengan sangat jelas. Mereka bisa mengawali musim yang baru dengan hasil ayng sangat baik. Mereka terus bermain sampai saat ini dengan mengesankan, bukti jelas harapan tim ini untuk tetap mempertahankan gelarnya sebagai juara bertahan Liga Primer. Persiapan intens yang mereka siapkan membuat im ini salah satu dari hanya 2 tim yang bisa mengamankan 3 kemenangan dari semua pertandingan mereka di wal musim yang baru.

Perjalanan Arsenal memang tidak mudah. Mereka harus menghadapi lawan yang cukup berat seperti Chelsea dan Aston Villa. Tapi justru permainan yang ditunjukkan pemain mereka yang membuat penggemar merasa puas. Tapi keesan positif ini tidak berlaku untuk semua pemain. Penggemar juga memberikan catatan penting tentang beberapa pemain yang menurut mereka layak untuk mendapat perhatian serius dari Mikel Arteta. Yang paling mencolok adalah Viktor Gyokeres. Pemain ini sempat digadang-gadang akan menjadi salah satu kunci upaya Arsenal untuk semakin merajai Eropa. Tapi pemain yang mereka datangkan dngan angka yang sangat masif ini justru berakhir dengan cukup buruk. Pemain yang baru saja bergabung dengan mereka di musim panas tahun lalu mendapat jam bermain yang masih sangat terbatas. Menurut pemantauan kami, pemain ini hanya mengumpulkan waktu bermain 12 menit dalam 3 pertandingan yang sudah menyertakan kiprahnya.

Keraguan Arteta

Memang sempat beredar berita kalau Arteta tampaknya sempat ragu. Dia sempat ragu untuk menugaskan pemain kelahiran Swedia ini untuk bertanding, terutama dalam pertandingan dengan kesulitan tinggi. Momen ini terjadi ketika mereka bertanding melawan Chelsea dan Aston Villa. Kabar ini langsung memperbesar spekulasi kalau memang benar Arteta tidak memandang mantan pemain Sporting Lisbon ini memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang dia minta.

Sekarang, mantan bek Arsenal, Bacary Sagna, mencoba berbagi pandangan. Dia meminta secara pribadi kepada semua penggemar untuk tidak terlalu khawatir. Dia meminta mereka untuk tetap menaruh kepercayaan kepada pemain baru The Gunners tadi. Di beralasan kalau masih wajar kalau ada seorang pemain yang masih butuh waktu untuk beradaptasi. Ada pemain yang bisa melakukannya dengan cepat, tapi ada juga yang lambat. Mantan pemain The Gunners ini sampai membandingkan pemain baruemreka dengan legenda The Gunners, Thierry Henry.

Yakini Viktor Gyokeres Bisa Berkembang

Viktor Gyokeres sempat memainkan peranpenting dalam skuad Mikel Arteta. Dia menjalankan peran penting sampai membantu mereka memenangkan turnamen Liga Inggris. Ketika menghadapi musim ayng lewat, mereka bermain dalam 38 pertandingan. Dari semua pertandingan ini, mantan pemain Sporting Lisbon tadi berpartisipai dalam 36 pertandingan bersama The Gunners. Jumlah golnya juga tidak bisa dipandang sedikit. Di musim pertamanya bersama mereka, pemain ini langsung mencetak 14 gol.

Memang kalau dibandingkan dengan pemain lain, pemain kelahiran Swedia ini belum bisa mencetak gol sebanyak strker yang lain seperti Igor Thiago atau Erlign Haaland. Tapi bagi penggemar yang sudah terbiasa melihat perjalanan tim-tim yang menjuarai turnamen sekelas Liga Inggris, kemampuan yang ditunjukkan mantan pemain Sporting Lisbon ini sebenarnya tidak bisa diipandang remeh.

Sagna langsung mengenali pola ini ketika diminta pandanngannya tentang dampak yang diberikan pemain berusia 18 tahun ini. Dia sampai menggambarkan perjuangan yang harus dilakukan Thierry Henry di Juventus sebagai perbandingan dengan situasi yang dihadapi oleh pemain mereka saat ini.

Kepada publik, dia menjelaskan kalau Viktor Gyokeres adalah seorang pemain kelas berat. Dia bisa bermain dengan beberapa gaya berbeda dan musim yang lalu baru saja menjadi musim pertamanya di klub yang baru. Memang dia tidak bisa membatasi keputusan orang untuk memberikan kritik. Dia bisa menerima kalau ada orang yang mengkritik permainannya karena belum bisa mencetak 30 gol. Tapi tidak ada banyak sebenarnya pemain di seluruh dunia yang bisa langsung mencetak 30 gol dalam musim pertama.

Bahkan dia menyebut kalau Thierry Henry yang menjadi pemain legendaris mereka juga mengalami hal yang serupa. Ketika dia bergabung dengan Juventus, Henry harus berjuang menghadapi hal yang serupa. Da kemudian tiba di Inggris dan kemudian mengikuti latihan. Baru kemudian perlahan-lahan karirnya mulai berkembang. Semuanya berkembang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Dia kemudian menegaskan kalau Viktor Gyokeres memiliki riwayat atau pengalaman dalam sepakbola Inggris. Dia punya pengalaman yang bisa mengarahkannya untuk berkembang lebih baik. Tapi memang bermain sepakbola di Inggris da bergabung dengan Arsenal adalah pengalaman yang sangat berbeda kalau dibandingkan dengan Portugal. Seorang pemain tetap harus beradaptasi untuk bisa memberikan hasil terbaik. Di Lisbon, dia adalah pemain utama. Tapi sekarang dia dikeliilingi oleh pemain yang berada di level kualitas permainan yang sama seperti dirinya. Tapi hal ini tidak mengubah kenyataan kalau dirinya tetap pemain dan striker papan atas.

Lahir di Swedia,, pemain ini melewati 55 pertandingan di sepanjang musim yang lalu bersama Arsenal. Dia mencetak 21 gol bagi mereka. Hasil ini dipandang sebagai buah manis hasil investasi The Gunners yang harus membayar 64 juta poundsterling ke Sporting Lisbon untuk memastikan dia mau pindah. Penggemar akan sangat tertarik untuk mengetahui kalau 14 dari semua gol ini dia berikan di LIga Inggris, turut membantu The Gunners menjuarai turnamen ini. Sementara 5 gol yang lain dia cetak di Liga Champions, meski akhirnya mereka kalah di final dari PSG.

Sebagai perbandingan, setelah pindah dengan transfer senilai 10,7 juta poundsterling dari AS Monaco ke Juventus pada 1999 di bulan Januari, penggemar klub Seri A akan sangat kecewa dengan permainannya waktu itu. Mantan pemain timnas Perancis ini hanya menjalani 19 pertandingan di semua kompetmisi di musim pertamanya. DIa juga hanya mencetak 3 go untuk mereka.

Memang perlu diperhatikan kalau dia lebih sering ditugaskan di bagian sayap kiri atau tengah. Tapi dia juga tak bisa memberikan  hasil optimal saat ditempatkan sebagai striker. Dia terlihat berjuang keras untuk menghadapi pertahanan lawan terutama ketika menghadapi lawan dari Seri A. Dalam musim pertamanya bersama Arsenal, pemain ini menjalani 48 pertandingan di semua kompetisi dengan 26 gol. Jumlah ini hanya 5 gol lebih banyak dari debut pertama Viktor Gyokeres bersama Arsenal.