Chelsea akhirnya memilih untuk menempuh jalan baru. Tim ini mengambil keputusan untuk berpisah dari pelatih mereka, Liam Rosenior. Langkah ini disambut positif banyak pihak. Tapi tak sedikit orang memandangnya sebagai langkah berisiko, terutama ketika diambil di penghujung kompetisi. Untuk sementara, mereka bergantung pada Calum McFarlane yang akan bertindak sebagai pelatih interim sampai pelatih kepala yang baru ditunjuk. Sebagai wajah baru yang mengatur strategi bermain mereka, semua langkah dan keputusannya menjadi sorotan. Publik menyorot langkah yang dia ambil, terutama ketika memilih pemain yang mewakili The Blues bertanding melawan Leeds United pada semifinal Piala FA.
Jelaskan Keputusan tentang Skuad Chelsea
Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlene, memberikan penjelasan di balik keputusannya yang menarik perhatian dari banyak penggemar. Keputusannya menimbulkan pertanyaan ketika pelatih The Blues ini memilih untuk menugaskan Tosin Adarabioyo dan bukan Jorrel Hato. Keputusan ini dia ambil ketika The Blues turun bertanding melawan Leeds United. Dua tim ini bertanding untuk memperebutkan tiket bertanding di babak final Piala FA.
Ada alasan penggemar The Blues mempertanyakan keputusan ini. Klub asal Stamford Bridge ini sudah lama dikritik karena dianggap terjun bebas dalam permainan mereka di musim ini, terutama di Liga Primer Inggris. Beberapa pemain lantas menjadi sorotan karena dianggap bertanggung jawab atas penurunan tajam ini. Tapi dari semua pemain The Blues, sebenarnya nama Jorrel Hato tidak masuk dalam sorotan atau kritik penggemar. Memang dia juga tidak bisa dikatakan lepas dari masalah performa yang menurun. Tapi kalau dibandingkan dengan pemain lain, kinerjanya masih dianggap jauh lebih baik.
Buka Jalan untuk Adarabioyo
Hanya saja, pelatih interim mereka yang baru memilih untuk mengambil jalan berbeda. Pelatih kelahiran Belanda ini lebih memilih untuk memberikan jalan bagi Adarabioyo. Keputusan ini memang tidak langsung diterima oleh semua pemain mereka. Tapi keputusan ini akhirnya mengambil bagian dalam kemenangan mereka. The Blues berhasil menetak satu-satunya gol dalam pertandingan ini. Dibandingkan dengan harapan penggemar yang berharap lebih banyak gol untuk lahir dalam pertandingan ini, jelas angka ini tidak cukup. Tapi tetap saja The Blues masih berhasil menang dan mendapatkan tambahan 3 poin yang mereka harapkan. Menang dari pertandingan ini juga memastikan The Blues berhak untuk mendapatkan porsi bermain di partai puncak Piala FA.
Tentang keputusan yang dia ambil, pelatih The Blues ini paham kalau ada banyak suara yang berkembang di sekitarnya. Dalam sebuah sesi konferensi pers setelah pertandingan, pelatih The Blues ini emngakui kalau dia memang khawatir tentang kemampuan fisik lawan terbaru mereka. Hal ini yang kemudian membuatnya memutuskan untuk memberikan tugas kepada Adarabioyo. Dia mengakui kalau keputusan ini akan dipandang kontroversial. Perhatian publik semakin kencang ketika pemain yang dia tunjuk untuk bertugas juga terbilang masih jarang bermain bersama mereka.
Pelatih Chelsea Jelaskan Keputusannya
Kepada jurnalis yang menanti pernyataannya, pelatih Chelsea ini mengatakan kalau dia paham tentang pertanyaan yang berkembang. Dia justru mengakui kalau keputusan ini adlaah yang paling sulit yang pernah dia ambil dalam bersiap untuk pertandingan melawan Leeds United. Keputusan ini sangat berat untuknya karena Jorrel Hato memang benar salah satu pemain terbaik yang mereka miliki. Kinerjanya tidak perlu diragukan lagi dalam 5 sampai 6 pertandingan terakhir mereka.
Tapi pada akhirnya dia memilih untuk melanjutkan pertandingan dengan Tosin Adarabioyo. Dia memilih keputusan ini karena menyadar ada risiko besar yang harus mereka atasi. Leeds United mengerahkan Dominic Calvert-Lewin untuk menghalau semua langkah mereka. Menurutnya, bermain dengan Adarabioyo akan memberikan mereka kesempatan yang lebih logis untuk bertahan sampai menang.
Pelatih Chelsea ini paham kalau Leeds United langsung mengerahkan pemain kunci mereka untuk mengunci poin dari pertandingan ini. Ini menambah alasan dia memilih sosok Adarabioyo untuk mengamankan kemenangan mereka. Dari sudut pandangnya, Tosin Adarabioyo dipandang sebagai pemimpin yang hebat. Dia memiliki karakter yang luar biasa. Tapi dia juga mengaku kalau dirinya benar-benar mempercayai Jorrel Hato. Dia mengaku kalau pemain The Blues ini sebenarnya bisa saja bermain dalam pertandingan ini seperti juga dengan Wesley Fofana. Tapi sebagai pelatih, dia harus mengambil keputusan. Dia berharap semua keputusan yang dia ambil akan berbuah positif bagi mereka. Tapi dia menekankan kalau dari pengamatannya, Tosin masih bisa bermain dengan luar biasa. Pujian ini diberikannya kepada Adarabioyo setelah pemain ini kembali mendapat kesempatan bertanding. Kans bermain melawan Leeds United menjadi kesempatan pertama untuk pemai ini kembali merumput. Terakhir kali dia terlihat bermain bersama pemain The Blues adalah di tanggal 17 Januari yang lewat.
Sekarang, Chelsea harus mengarahkan perhatian mereka pada hal lain yang tidak kalah penting. Hanya tinggal beberapa bulan sampai semua tim dari Inggris dan seluruh Eropa akan diberikan waktu untuk mengocok ulang skuad yang mereka miliki sekarang. Di bursa musim panas nanti, The Blues akan mengukur ulang prioritas mereka. Tapi satu hal akan menjadi pasti. Tim ini akan mengutamakan pemain untuk mengisi bagian bek tengah mereka. Posisi ini akan menjadi prioritas mereka. Sudah terlalu banyak pertandingan menunjukkan ada masalah serius yang harus segera mereka perbaiki di bagian ini.
Ketika semua pemain mereka siap bertanding, ada anggapan kalau Adarabioyo tak lebih dari sekadar pemain pilihan keempat untuk bagian ini. Anggapan ini didukung dengan statistik yang menujukkan kalau pemain ini hanya menjalani 22 pertandingan dari menit pertama bagi mereka. Angka ini relatif sangat kecil jika menghitung kehadirannya pertama bagi mereka sejak Juni 2024 yang lewat.
Angka ini jauh berbeda dari profilnya. Pemain berusia 28 tahun ini memang bek tengah tertua di antara pemain lain di posisi yang sama. Tapi usianya tak membuatnya terhalang untuk bersinar. Justru di usianya sekarang, dia masih memegang predikat sebagai bek terkuat Chelsea saat ini. Memang masih ada hal yang harus dia perhatikan. Bek The Blues ini harus memperbaiki kemampuannya ketika sudah menerima bola. Tapi pengalaman yang dia miliki dan kemampuannya dalam memimpin pemain The Bleuyang lain benar-benar sangat menguntungkan mereka ketika pemain ini ada di tengah lapangan.
Maka seandainya saja pemain ini tertarik untuk memperpanjang kontraknay di Stamford Bridge, dia mungkin akan tetap mendapatkan peran sebagai bek cadangan untuk musim yang akan datang. Kalau benar ini yang akan terjadi, maka The Blues mungkin tidak perlu meneruskan rencana mereka untuk menjual mantan pemain Manchester City ini di musim panas nanti.
