Lompat ke konten

Granit Xhaka Tegaskan Komitmen ke Sunderland

  • oleh

Bursa selalu menjadi momen yang penuh ketegangan bagi semua pemain sepakbola. Di momen-momen ini masa depan mereka ditentukan. Mereka yang merasa tidak puas dengan kondisi sekarang biasanya akan menggunakan momen ini untuk mencari tempat yang lebih baik. Tapi bagi beberapa pemain, godaan untuk bergabung ke tempat yang lain dengan tawaran membangun karir lebih baik tak selamanya mereka respon. Beberapa pemain justru memilih bertahan di tempat sekarang, seperti yang dilakukan Granit Xhaka ketika dia memilih untuk bertahan di Sunderland.

Granit Xhaka Tegaskan Komitmennya

Pemain kelahiran negara Swiss, Granit Xhaka, menegaskan kembali komitmennya untuk pengembangan karir. Di tengah rumor yang mengalir deras, pemain ini menegaskan kalau sampai saat ini tidak akan masih tetap bertahan sebagai pemain Sunderland. Namanya memang sempat menarik perhatian beberapa media. Permainannya yang cemerlang menjadi alasan kuat yang kemudian mendorong The Blues untuk memasukkan namanya dalam target incaran mereka. The Blues memang saat ini sedang berada dalam proyek pembangunan ulang kembali besar-besaran terutama setelah kedatangan Xabi Alonso sebagia pelatih baru mereka.

Dari awal rumor ini berkembang, pemain Sunderland tadi sebenarnya tidak ingin terlalu ikut campur. Dia masih fokus menjalankan tugasnya di Piala Dunia 2026. Tim nasional Swiss bergerak semakin jauh di kompetisi ini setelah mereka membuktikan ketajaman bermainnya. Saat melawan Kolombia, mereka berhasil mengalahkan lawannya lewat adu tendangan penalti. Akhir dari pertandingan di hari Selasa malam memberikan mereka tiket yang didambakan untuk melaju ke babak perempat final.

Sampai nanti langkah mereka terhenti atau ketika kompetisi ini berakhir, perhatiannya satu-satunya adalah membela Swiss. Tapi pemain berusia 33 tahun ini tidak bisa menampik kenyataan kalau dia sedang berada dalam sorotan media. Keputusan Xabi Alonso untuk menjawab tugas sebagai pelatih baru di Stamford Bridge juga berperan. Atas pertimbangan dari pelatih baru mereka, The Blues bergerak untuk merayunya bergabung ke sana.

Sodorkan Kesempatan Reuni seperti di Bayer Leverkusen

Pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, dan Granit Xhaka memang bukan dua nama yang asing. Pelatih baru The Blues ini dulu pernah bekerjasama dengannya ketika masih-sama  bergabung di Bayer Leverkusen. Sekarang dengan tantangan baru di depannya di Stamford Bridge, dia berharap bisa kembali bekerjasama dengan orang-orang yang kemampuan dan keahlian mereka sudah dia pahami luar dalam.

Tapi rencana Alonso untu menarik kembali dirinya akan sangat bergantung pada banyak hal. Keputusan Sunderland memainkan peran penting dalam rencana ini. Sayangnya, sampai detik ini, mereka belum berencana untuk menyambut penawaranyang masuk ke mejanya. Bukan hanya Chelsea, sikap ini mereka terapkan untuk semua orang yang berniat menarik pemainnya tadi keluar dari markas kebanggaan klub.

Granit Xhaka Putuskan Bertahan di Sunderland

Perbedaan sikap ini membuat media akhirnya menyadari kalau keputusan akhir akan bergantung pada pendirian Granit Xhaka. Sumber kami dari link alternatif M88 menyebut kalau media bergerak cepat untuk mencari informasi penting ini langsung ke sumbernya. Media bergerak menghampirinya setleah pertandingan mereka atas Kolombia pada hari Selasa. Setelah kemenangan ini, jawaban mereka dapatkan. Pemain Sunderland tadi berbicara tentang masa depannya di Stadion Cahaya.

Kepada wartawan yang penasaran dengan rencananya, dia mengatakan kalau Sunderland telah menjadi rumahnya sejak hari pertama. Di sana mereka semua merasa senang. Dia telah memutuskan kalau dirinya akan bertahan di tempat dia sekarang. Menurutnya hal terpenting adalah keluarga. Bersama Sunderland, dia siap untuk membuat sejarah.

Penolakan ini membawa kabar buruk untuk Alonso. Sebagai pelatih baru yang ditunjuk untuk mengatur rencana bermain Chelsea, dia harus melakukan perubahan dalam waktu cepat. Dia harus mengandalkan pengalamannya sebagai pelatih Eropa dan menerapkannya di Chelsea. Tekanannya semakin berat karena setelah permainan mereka di musim lalu, penggemar berharap untuk bisa segera melihat hasil dari perubahan ini. Situasi ini yang sebenarnya membuatnya mengincar Granit Xhaka untuk bergabung. Seandainya mereka mendapat persetujuan, pemain Sunderland ini direncanakan untuk pembawa perubahan di Stamford Bridge.

Tapi penolakan ini memaksa mereka untuk menemuh jalur lain. Chelsea sekarang harus menimbang lagi opsi yang mereka miliki. Mereka bisa saja mengoptimalkan pemain yang ada sekarang atau mencari pemain lain yang bisa membantu. Khusus untuk opsi yang kedua, mereka mungkin perlu menjual beberapa pemain untuk menyediakan dana yang cukup untuk membiayai transfer. Ada beberapa nama yang bisa mereka pertimbangkan. Tapi kalau melihat performa pemain mereka secara keseluruhan, lebih masuk akal kalau mereka melepaskan Andrey Santos di musim panas sekarang.

Dia sebenarnya bukan satu-satunya pemain yang sedang mereka sodorkan opsi ini. Klub dari Stamford Bridge ini juga diberitakan sedang mempelajari opsi yang sama untuk pemain mereka, Enzo Fernandez. Opsi ini mereka pandang akan lebih menguntugkan klub daripada harus mendatangkan pemain baru yang bisa dipasangkan dengan Moises Caicedo.

Memang melepaskan 2 pemain sekaligus tidak akan membawa klub ini ke arah yang mereka inginkan. Satu-satunya dan mungkin cara terbaik untuk memperbaiki klub adalah memang dengan mendatangkan pemain baru. Dana yang mereka dapatkan dari penjualan beberapa pemain seharusnya digunakan Xabi Alonso untuk mendatangkan kemampuan kunci yang mereka perlukan untuk menjawab tantangan di musim yang baru. Kalau melihat permainan mereka di musim 2025/26, ada beberapa titik yang harus menyita perhatian mereka. Yang paling mendesak untuk saat ini adalah bagian gelandang mereka. The Blues membutuhkan pemain gelandang dengan kemampuan fisik yang unggul serta pengalaman  yang mendukung. Mereka butuh pemain yang bisa beradaptasi dengan cepat dan kalau bisa langsung turun di Liga Primer Inggris.

Situasi yang dihadapi The Blues saat ini sangat mendesak. Mereka mungkin harus menempuh opsi transfer bahkan kalau Santos dan Fernandes belum bisa dipastikan akan tetap bertahan atau pergi. Kebutuhan mereka untuk bagian depan juga tidak kalah penting. Jumlah gol minim yang mereka dapatkan di musim lalu menunjukkan tim ini punya masalah besar untuk urusan depan, bukan hanya pertahanan mereka. Mendatangkan pemain dengan kemampuan spesifik di bagian ini akan sangat membantu, apalagi kalau bisa bermain dengan penuh sinergi dengan bagian tengah. Mereka butuh pemain yang bisa mencuri dan mencetak kesempatan dan kemudian mengonversinya menjadi gol.