Otoritas yang mengatur jalannya kompetisi Liga Primer Inggris akhirnya buka suara. Mereka memberikan alasan kepada publik di balik keputusan tentang Kai Havertz. Sebelumnya, lembaga yang bertanggung jawab mengawasi jalannya Liga Primer Inggris ini memutuskan untuk tidak memberikan kartu merah ketika dia bertanding membela Arsenal saat mereka melawan Burnley. Penjelasan ini mereka sampaikan kepada publik di waktu yang bersamaan ketika pelatih Arsenal justru membuat pengakuan yang cukup mengkhawatirkan.
Jelaskan Situasi Kai Havertz
Otoritas yang berada di balik turnamen Liga Primer Inggris memberikan penjelasan ke publik di balik keputusan mereka. Lembaga ini menjelaskan alasan sebenarnya di balik keputusan wasit yang tidak mengganjar pemain Arsenal, Kai Havertz, dengan kartu merah. Keputusan ini sempat menjadi pertanyaan publik saat Arsenal melawan Burnley pada hari Senin yang lalu. Pada pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Emirates ini, Arsenal kembali berhasil menunjukkan keunggulan mereka. Gol tunggal dari pemain kuncinya mengantarkan mereka menang 1-0 ketika wasit menyatakan pertandingan ini berakhir.
Sebagai pencetak gol dalam pertandingan ini, Kai Havertz mencetak satu-satunya gol hanya beberapa saat sebelum babak pertama dinyatakan berkahir. Dia berhasil membuktikan kepada publik kemampuannya dengan gol kedua untuk musim ini. Tendangan yang dilakukan Bukayo Saka dari pojok lapangan berhasil dia terima dengan baik, sebelum dikonversi menjadi serangan yang merobek gawang lawan mereka.
Tapi penggemar Arsenal sempat harap-harap cemas ketika melihat pemain mereka terlibat dalam sebuah insiden kontroversial. Insiden ini terjadi ketika hanya tersisa waktu 20 menit sebelum pertandingan dinyatakan berakhir. Ketika insiden terjadi, pemain Arsenal ini sempat terlihat terlibta dalam kontak fisik yang terlihat seperti penguncian bagian belakang betis Lesley Ugochukwu. Semuanya terjadi sementara pemain gelandang Burnley tadi berusaha untuk bisa lepas dari situasi ini.
Kartu Kuning untuk Kai Havertz
Atas insiden yang terjadi, wasit yang memimpin pertandingan kemudian menyatakan terjadi pelanggaran. Wasit lapangan, Paul Tierney, kemudian memberikan sanksi kepada pemain Arsenal tadi dalam bentuk kartu kuning. Setelah sanksi diberikan, wasit sempat meninjau rekaman ulang pertandingan. Tapi peninjauan yang tadinya diharap penggemar Burnley akan berubah menjadi kartu merah bagi pemain Arsenal tadi rupanya tidak berjalan sesuai harapan. Wasit tetap berpegang teguh pada keputusannya dengan hanya memberikan kartu kuning.
Mengenai keputusan ini, beberapa pengamat meyakini kalau Kai Havertz sangat beruntung dengan keputusan yang dia terima. Beberapa pengamat beranggapan kalau keputusan yang benar dari wasit seharusnay akan langsung mengusirnya keluar dari pertandingan ini. Keputusan wasit ini di mata beberapa pengamat memang sama sekali tidak menunjukkan rasa adil. Beberapa pengamat bahkan menganggapnya sebagai keputusan yang buruk, dengan jelas ada niat melakukan kejahatan oleh pemain Arsenal tadi. Ketika mereka mencoba melihat kembali rekaman ulang ketika insiden ini terjadi, pengamat jelas melihat kalau pelanggaran yang terjadi sangat layak untuk diganjar dengan kartu merah. Dalam kondisi seperti ini, tidak mungkin seorang pemain bisa mendapatkan bola, yang ada hanya melukai pemain lain. Sementara ketika diminta pandangannya tentang keputusan wasit yang tidak mengubah pendiriannya setelah meninjau ulang rekaman insiden, pengamat yang sama beranggapan kalau sebenarnya ini bukan keputusan yang baik. Yang terjadi adalah pemain Arsenal tadi sangat beruntung. Beberapa pengamat bahkan menyebut kalau saja mereka yang ditunjuk sebagai wasit, pemain Arsenal tadi tidak akan seberuntung sekarang.
Berikan Penjelasan ke Publik
Menyadari ada banya kontroversi di balik keputusan wasit, otoritas yang berada di balik Liga Primer Inggris menanggapi keputusan yang dibuat oleh wasit. Melalui akun Pusat Pertandingan Liga Primer, otoritas ini memberian pernyataan singkat yang menjelaskan keputusan yang mereka ambil.
Dalam pernyataan tersebut, mereka mengatakn kalau keputusan wasit pertandingan untuk memberikan kartu kuning kepada Kai Havertz telah menjalani pemeriksaan ulang dan dipastikan oleh wasit VAR. Menurut dua peninjauan kembali tersebut, tidak ditemukan alasan yang cukup kuat untuk memasukkan insiden tersebut dalam kategori pelanggaran serius.
Berkat kemenangan mereka melawan Burnley, Arsenal berhasil mengamankan kemenangan krusial mereka dalam laga kandang terakhir di musim ini. Dengan mendapatkan 3 poin dari pertandingan ini, The Gunners sekarang mengamankan posisi mereka lebih banyak 5 poin dari Manchester City di klasemen Liga Primer Inggris. Kalau mereka bisa mempertahankan posisi seperti sekarang, tim ini akan semakin pasti untuk bisa mendapatkan juara di Liga Primer. Trofi ini, kalau memang berakhir di tlangan mereka, akan menjadi akhir dari penantian panjang mereka untuk menjadi juara turnamen ini dalam 22 tahun.
Setelah pertandingan ini, pelatih mereka, Mikel Arteta, sempat mengaku kalau dia khawatir. Dia khawait dengan insiden yang melibatkan Kai Havertz dan keputusan yang mungkin akan mereka terima. Kepada wartawan, dia mengatakan kalau dirinya secara pribadi menyaksikan perkembangan situasi dari pinggir lapangan. Ada yang menyebut kalau mereka tidak mendapat kartu merah. Tapi dia sendiri kurang yakin karena kebetulan tidak melihat langsung insiden yang terjadi.
Sementara bagi Burnley, kalah dari Arsenal membuat mereka tidak bisa bergerak dari posisi 19 yang mereka tempati sekarang. Pelatih interim mereka, Mike Jackson, mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang diberikan oleh wasit. Dia kecewa karena pemain yang seharusnya diusir pergi ternyata tetap bertahan di tengah pertandingan. Dia meyakini kalau persaingan seharusnya akan berjalan dengan lebih adil kalau pemain Arsenal berkurang satu orang.
Pelatih interim Burnley ini menyebut kalau keputusan yang benar seharusnya akan menguntungkan mereka. Dalam pertandingan yang tadi, dia yakin kalau yang dilakukan Kai Havertz sebenarnya sudah layak diberikan kartu merah karena sangat bahaya. Bukan hanya pemain mereka, tapi pelanggaran yang dia lakukan juga sangat membahayakan dirinay sendiri.
Menurutnya, kalau saja wasit berani mengambil keputusan yang benar, Arsenal akan kekurangan 1 orang pemain dengan sisa 20 menit. Dalam 20 menit itu, mereka bisa meneruskan pertandingan. Mereka akan bertahan selama yang dibutuhkan. Tapi keputusan yang diberikan wasit diakuinya adalah keputusan yang sulit mereka terima dan termasuk jarang sepanjang yang mereka jalani dari awal musim sampai sekarang.
Sementara itu, keputusan ini berarti kabar positif bagi Kai Havertz. Akibat dari keputusan ini, dia akan tetapb isa bermain bersama Arsenal dalam partai terakhir mereka di Liga Primer Inggris. The Gunners akan menghadapi Crystal Palace di hari Minggu nanti. Disana Arteta dan semua pemainnya akan berharap mereka akhirnya bisa mengangkat trofi yang sudah mereka nantikan selama puluhan tahun. Sebenarnya status juara mereka bisa dipastikan sebelum pertandingan ini. Mereka bisa dipastikan menang kalau saja Manchester City yang menempati peringkat 2 gagal mengalahkan Bournemouth dalam pertandingan mereka di Stadion Vitality pada hari Selasa malam.

