Lompat ke konten

Rumor Terkini tentang Pelatih Baru Chelsea

  • oleh

Chelsea sedang mencoba untuk memasuki babak baru dalam perjalanan mereka. Tahun ini tidak dimulai dengan cara yang manis untuk mereka. Di hari pertama tahun ini, mereka harus berpisah dengan cara mendadak dengan mantan pelatihnya, Enzo Maresca. Beberapa hal ditengarai menjadi penyebab dari keputusan mendadak ini. Banyak sumber menyebut kalau pria ini sudah tidak tahan dengan kondisi yang dihadapinya di Stamford Bridge, terutama untuk urusan transfer pemain. Semua rencana yang disusunnya untuk mendapatkan pemain ideal untuk permainan mereka terganjal dengan pendirian kaku dari petinggi klub yang punya patokan standar sendiri. Akibatnya, dia memilih untuk pergi dari tim ini. Sekarang The Blues harus memutar otak di bulan pertama tahun ini. Tak hanya harus mencari pemain baru atau melepaskan yang kurang bisa bermain optimal, tapi The Blues juga harus bisa segera mendapatkan pria untuk menjadi penerus dari Enzo Maresca.

Perkembangan Pencarian Pelatih Chelsea

Salah satu pelatih yang dikenal dengan kemampuan taktis terbaik di tanah Eropa menarik perhatian publik ketika menyampaikan pengumuman penting. Sosok penting dalam dunia pelatih sepakbola Eropa ini menegaskan kalau dirinya tidak akan terlibat dalam proses pencarian pelatih baru yang sedang dilakukan oleh The Blues. Tim asal Stamford Bridge ini memang sekarang sedang terbelah perhatiannya. Di bulan Januari ini, mereka harus melakukan dua pencarian sekaligus. Tim rekrutmen mereka berfokus untuk mendatangkan pemain baru untuk menggantikan yang ada. Sementara internal mereka yang lain juga sedang teralihkan perhatiannya untuk bisa mendapatkan penerus dari Enzo Maresca.

The Blues memang harus dihadapkan dengan tugas yang sangat penting. Mereka sedang berusaha untuk mencari pengganti yang tepat setelah babak baru mereka masuki di hari pertama tahun ini. Tim dari Stamford Bridge ini harus memutar otak ketika mantan pelatih mereka, Enzo Maresca, memilih untuk menghentikan kerjasama di hari pertama tahun ini. Pelatih ini memilih untuk tidak lagi melanjutkan perjalanannya bersama mereka setelah hasil buruk tidak berubah. Sampai di hari terakhir dia memimpin tim ini, pelatih ini hanya bisa mendapatkan 1 kali menang dari 7 pertandingan yang mereka jalani bersama.

Perginya Enzo Maresca

Bagi beberapa orang, hasil buruk ini sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan tunggal untuk meninggalkan Chelsea. Apalagi karena Enzo Maresca juga orang yang sama yang berhasil mengantarkan tim ini mendapatkan banyak prestasi kelas dunia. Dia adalah sosok yang mengatur strategi mereka sampai berhasil menjuarai Piala Dunia Antarklub FIFA yang digelar di bualn Desember yang lalu. Banyak orang yakin kalau sebenarnya hasil pertandingan bukan faktor penentu dalam keputusan besar ini. Sumber internal dari dalam tim ini menyebutkan kalau penyebab sebenarnya jauh lebih serius. Sumber ini menyebutkan kalau Enzo Maresca sudah tidak tahan lagi dengan situasi yang dihadapinya sekarang, khususnya dengan petinggi klub. Mantan pelatih The Blues ini harus berhadapan dengan relasi yang retak dengan mereka. Harapannya untuk punya kendali lebih besar terhadap pengelolaan pemain dihadapkan pada pola yang jauh lebih kaku dari petinggi tim. Kemudian memang perlu diakui kalau ada faktor lain yang berasal dari kinerja mereka. Tim ini sekarang hanya berhasil menempati peringkat 5 dalam kompetisi Liga Primer sekarang.

Mereka yang menempati jajaran pemangku kepenting di Stamford Bridge dilaporkan memiliki pandangan berbeda. Mereka lebih mengutamakan untuk mencari sosok pelatih yang bisa berkomitmen untuk bekerjasama dengan mereka dalam jangka panjang. Pelatih baru ini juga harus bisa mengintegrasikan dirinya dengan model kepemilikan multiklub yang berlaku di Stamford Bridge.

Tepis Akan Pindah ke Chelsea

Menurut kabar yang kami peroleh dari beberapa media, disebutkan kalau sosok yang dimaksud adalah Francesco Farioli. Tapi berbeda dengan informasi yang beredar secara luas, sosok ini justru menepis kabar yang menyebut dia akan segera meninggalkan Porto dan sebagai gantinya, akan bergabung ke Chelsea.

Pelatih kelahiran negara pasta ini menekankan kalau dirinya belum berencana untuk mengubah komitmennya. Pelatih berusia 36 tahun ini masih menegaskan dirinya terus berkomitmen untuk mengembangkan Porto. Dia sekaligus menekankan kalau meninggalkan timnya di pertengahan musim tidak pernah menjadi langkah yang dia pertimbangkan dengan serius.

Sebagai pelatih, pria ini pernah membina pengalamannya dengan bertugas di Nice dan Ajax Amsterdam. Tapi dia lebih banyak disorot sejak berhasil mengembangkan Porto menjadi tim yang seperti sekarang ini. Di tim asal Portugal ini, dia dikenal sebagai seorang pelatih yang berhasil meletakkan dasar-dasar yang kuat dan melesatkan tim ini jauh melampaui yang mereka capai di masa lalu.

Pelatih Porto ini menegaskan kalau bisa dipastikan dirinya tetap akan bertahan di timnya sekarang. Tidak ada satu pun yang perlu meragukan komitmennya bersama mereka. Pelatih ini kemudian menegaskan kalau harus menimbang masa lalunya dalam cabang olahraga ini, setidkanya di Nice dan musim sebelumnya di Ajax Amsterdam, tidak mungkin dirinya meninggalkan di tengah proses pertandingan. Hal semacam ini tidak pernah melintasi pikirannya. Menurutnya, di Porto, dia benar-benar yakin kalau ada hal yang lebih menarik yang layak untuk dieksplorasi, sesuatu yang lebih dalam, terkait dengan relasi dan hubungan dengan presiden serta klub ini. Dari pihaknya, dia menegaskan kalau dirinya adalah orang yang benar- benar berkomitmen dengan klub ini dan terhubung betul dengan realitas yang mereka hidupi saat ini.

Dengan Farioli tak lagi menjadi opsi yang tertarik untuk bergabung dengn mereka, Liam Rosenior telah memastikan posisinya sebagai kandidat paling depan untuk mendapatkan panggilan bertugas di Stamford Bridge. Sosok pelatih dari tanah Inggris berusia 31 tahun ini sekarang masih meneruskan tugasnya di Strasbourg, tim mitra Chelsea yang sama-sama dimiliki oleh BlueCo. Beberapa waktu yang lalu, Liam Rosenior mengeluarkan pernyataan yang menarik perhatian media setelah mereka ditahan imbang oleh Nice. Banyak orang melihat pertandingan ini sebagai kans terakhir yang didapatkan pemain ini dalam kapasitasnya sebagai pelatih mereka.

Dari barisan direksi, mereka memandang Liam Rosenior sebagia pilihan pragmatis yang sudah lebih paham dengan harapan taktis dan struktural yang berasal dari jajaran atas tim. Semua pergerakan terkait penunjukannya diperkirakan akan segera dipercepat setelah pertandingan terakhir yang mereka jalani. Sedangkan dari sisi Chelsea, pelatih akademi mereka, Calum McFarlane dipercaya sementara untuk memimpin tim mereka dalam pertandingan melawan Manchester City di hari Minggu.