Nama Nico O’Reilly menjadi nama yang paling ramai diberitakan ketika bicara tentang pertandingan terbaru Manchester City. Cityzens harus berhadapan dengan Arsenal dalam partai bintang di final Piala EFL. Manchester City harus menghadapi kenyataan pahit ketika mereka tak lagi menjadi tim yang difavoritkan di awal untuk menang. Tapi Pep Guardiola sudah menyiapkan racikan strategi khusus. Belajar dari pertandingan Arsenal di masa lalu, pelatih legendaris Cityzens berusaha memanfaatkan kesalahan fatal yang dimiliki The Gunners. Mereka mengalihkan pola permainan dari bagian depan ke gelandang. Strategi ini tak hanya terbukti efektif dengan mereka berhasil mencetak 2 gol. Tapi strategi ini juga melesatkan nama gelandang mereka sebagai bintang pertandingan.
Catatan Emas Nico O’Reilly
Gelandang Manchester City, Nico O’Reilly, menjadi sosok tak terduga dalam pertandingan antara Manchester City dengan Arsenal. Pep Guardiola merombak total strategi mereka untuk memastikan Arsenal pulang tanpa poin. Tak hanya efektif mematahkan mimpi Arsenal untuk emanng, tapi strategi ini juga sukses mengantarkan gelandang emreka untuk mencetak rekor bagi dalam karirnya. Sekarang, gelandang yang menjadi bintang pertandingan tadi berhasil mencetak gol gabungan terbanyak bagi Manchester City dalam partai final kejuaraan papan atas sejak pertama kali Pep Guardiola menjalankan tugasnya sebagai pelatih mereka.
Menang dari Arsenal membawa banyak kabar baik untuk Manchester City, pemain, dan penggemar mereka. Cityzens akhirnya berhfsail mengklaim trofi juara pertama mereka di turnamen domestik untuk msuim ini. Arsenal yang sempat diunggulkan untuk bisa membekuk Manchester City ternyata justru harus pulang dengan penuh rasa malu. Dari awal sampai akhir pertandingan, mereka gagal mencetak gol. Sedangkan sisi sebelah justru sebaliknya. mereka berhasil panen gol berkat dua serangan yang dilakukan di babak kedua. Pemain Pep Guardiola berhasil membalik pertandingan. Sempat buntu di babak pertama, mereka berbalik menguasai pertandingan di babak kedua. Cityzens semakin memantapkan dmoinasi mereka dengan 2 serangan yang dilancarkan dari bek kiri, memastikan mereka yang pulang sebagai juara.
Pencapaian Baru di Manchester City
Dua gol indah terlahir dalam pertandingan ini. Bukan gol yang dicetak dari jarak jauh atau dari serangan bawah, tapi gol yang berasal dari sundulan seorang gelandang. Dua gol dari sundulannya membuat Nico O’Reilly menjadi pencetak gol gabungan terbanyak dlam partai final yang dijalani Manchester City di turnamen elite Inggris, berlaku dari sejak Pep Guardiola menjadi pelatih mereka di musim 2016/17 yang lewat.
Namanya menjadi penghuni baru daftar pemain elite yang berhasil mencapai rekor serupa. Rodri, Sergio Aguero, David Silva, Raheem Sterling, Gabriel Jesus, sampai Ilkay Gundogan juga masing-masing berhasil menceetak 2 gol dalma partai final untuk Manchester City di bawah pelatih yang sama. Kalau saja gelandang Cityzens ini bisa mempertahankan kemampuannya seperti sekarang, dia bisa saja terbanb semakin tinggi kalau tim ini berhasil mencapai partai terakhir di kejuaraan Piala FA.
Arsenal Tumbang di Depan Nico O’Reilly
Setelah pertandingan berakhir, penggemar Manchester City bersorak sorai penuh rasa bangga meliaht tim kesayangan mereka menang. Tapi pemandangan yang tampak di hari itu bukan hanya tentang Manchester City. Publik terkejut melihat permainan Arsenal. The Gunners secara teori unggul dari Manchester City. Kalah dari Cityzens yang bermain jauh lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya membuat banyak orang penasaran tentang yang sebenarnya terjadi di balik dapur permainan The Gunners.
Mereka sebenarnya sempat bermain dengan cukup baik terutama di awal pertandingan. Tapi kelemahan Arsenal mulai terkuak ketika mereka tak lagi bisa mengimbangi permainan lawannya. Di saat bagian belakang Manchester City punya banyak kelemahan, pemain Arsenal gagal menemukan irama bermain yang tepat dan memanfaatkan kelemahan ini. Permainan mereka semakin terdesak ketika Mikel Arteta tak bisa bebas menurunkan pemain yang dia harapkan. Josko Gvardiol, Ruben Dias, dan Marc Guehi tak bisa membantu teman-teman mereka yang lain pada pertandingan di hari Minggu itu. Tapi bukan ini yang membuat penggemar khawatir. Data pertandingan menunjukkan masalah yang jauh lebih serius. Tim Mikel Arteta hanya bisa menghasilkan satu serangan yang akurat ke gawang lawan mereka di babak kedua.
Yang terjadi di babak kedua sangat memprihatikan. Arsenal harus berjuang keras untuk bisa keluar membalik arah permainan agar tidka lagi hanya berhenti di kotak penalti mereka. Ada beberapa momen ketika mereka sudah mulai siap untuk bergerak lebih jauh. Tapi akhirnya pemain The Gunners harus kembali mundur untuk mempertahankan baris terakhir. Kai Havertz dan Bukayo Saka yang seharusnya menjadi andalan untuk menghancurkan baris terakhir Manchester City terpaksa harus kembali turun ke bagian belakang untuk mencegah mereka hancur lebih parah. Pola permainan ini sebenarnya sudah banyak dikritik, termasuk dari pengamat. Banyak suara mengkritik Mikel Arteta. Pelatih The Gunners dianggap mengambil strategi yang terlalu berisiko. Tapi kritik ini tak bisa langsung diterapkan untuk pertandingan melawan Manchester City. Dominasi mereka untuk bola yang minim tak memberi cukup banyak data untuk dipelajari.
Setelah kalah dari Manchester City, sekarang perhatian publik kembali terarah pada persaingan berikutnya dari dua tim besar ini. Arsenal bisa kalah dari Cityzens di Piala EFL. Tapi mereka masih punya harapan untuk mengakhiri musim dengan setidaknya 1 juara di EPL. Di turnamen paling elite Inggris, Arsenal bisa merasa cukup yakin karena mereka masih unggul 9 poin di atas Manchester City. Memang, mereka tak sepenuhnya aman karena Cityzens masih ada 1 pertandingan lagi yang bisa mereka manfaatkan untuk mengejar selisih poin ini. Mereka juga dijadwalkan untuk menjamu tim London tadi di kandang sendiri di bulan April.
The Gunners punya masalah serius yang masih belum bisa mereka selesaikan sampai sekarang. Arsenal sering kali tumbang di momen-momen penting di sepanjang periode kerja Arteta di Emirates. Kalau saja posisi Arsenal dan Manchester City terkunci di 3 poin, mungkin mereka tak akan punya kemampuan untuk menghentikan langkah Erling Haaland dkk. Tapi untuk sekarang, setidaknya penggemar Arsenal masih bisa bernafas cukup lega. Selisih poin yang masih cukup jauh membuat posisi Arsenal setidaknya untuk sekarang masih aman. Tapi kalau Mikel Arteta tidak belajar dari mimpi buruk yang mereka telan dari Manchester City, penggemar The Gunners sekarang punya alasan untuk bermimpi buruk.
