Lompat ke konten

Javier Mascherano Umumkan Mundur dari Pelatih Inter Miami

  • oleh

Inter Miami jadi salah satu tim sepakbola di luar Eropa yang cukup sering mendapat perhatian dari publik. Bertarung di MLS, kompetisi sepakbola untuk tim-tim asal Amerika Serikat, tim sepakbola ini mulai mendapat perhatian sangat luas setelah legenda Barcelona, Lionel Messi, memilih untuk bergabung dengan mereka. Sejak saat itu, tim ini rutin melakukan gebrakan. Di bawah arahan dari David Beckham, seorang legenda sepakbola dari Inggris, tim asal Amerika Serikat ini rutin bersaing dengan tim-tim dari Eropa dan luar Eropa untuk mendapatkan pemain berbakat dari tanah benua biru. Untuk pelatih, mereka mempercayakan tugas ini kepada sosok Javier Mascherano. Pria ini dipuji banyak orang karena meski tak punya latar belakang sementereng pelatih di tim sepakbola lain terutama di Eropa, dia cukup sukses mengelola tim sampai sekarang dengan latar belakang pemain yang sangat bervariasi. Tapi sekarang publik terkejut ketika pelatih ini mengumumkan dirinya telah mundur.

Pelatih Inter Miami Putuskan Mundur

Inter Miami baru saja mengumumkan informasi penting tentang kondisi klub mereka sekarang. Di saat banyak tim merasa tidak puas dengan pelatih mereka, tim ini justru merasa sebaliknya. Perjalanan mereka dengan Javier Mascherano terbilang cukup baik. Pria ini sangat membantu mereka untuk berkembang menjadi seperti sekarang. Latar belakang pemain yang sangat bervariasi dari berbagai negara, kompetisi, dan pengalaman berhasil dikelolanya dengan cukup baik. Maka ketika sang pelatih memilih untuk mengundurkan diri dari tugasnya, banyak orang yang merasa terkejut.

Pengumuman ini langsung datang dari sang pelatih. Pria yang masih berusia 41 tahun ini mengumumkan untuk berhenti dari peran pentingnya di tim asal Amerika Serikat ini. Tidak ada informasi lebih detil yang diperoleh dari keputusan ini selain alasan pribadi yang digadang-gadang menjadi motivasi utama bagi pria ini untuk meninggalkan jabatannya. Kabar ini semakin mengejutkan karena tugas sebagai pelatih sebenarnya baru saja dia dapatkan. Kalau dihitung dari hari pertama dia bergabung dengan emreka, pria ini baru menjalani 7 pertandingan bersama mereka terhitung dari musim MLS yang baru.

Komentar Javier Mascherano

Sadar kalau keputusan ini akan langsung membuat banyak orang terkejut, pelatih Inter Miami ini langsung menyampaikan pernyataan pribadi tentang keputusan ini. Kepada publik, dia mengutarakan dalam sebuah pernyataan kalau untuk alasan pribadi, dia telah memilih untuk mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih kepala di Inter Miami CF.

Dalam kesempatan ini, dia juga menyampaikan rasa terimakasih kepada klub yang telah memilih untuk percaya kepadanya. Dia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh karyawan dan satf yang telah menjadi bagian dari organisasi yang bersamanya telah bersama-sama berjuang. Dia kemudian secara khusus menyampaikan rasa terimakasihnya keapda semua pemain. Menurutnya, pemain adalah orang-orang yang membantunya untuk bisa mengalami momen yang tidak terlupakan.

Seperti halnya dengan pemain, dia kemudian menyampaikan rasa terimakasih kepada para penggemar dan La Familia. Menurutnya, pengalaman baik yang sudah dia dapatkan dari hari pertama tidak akan mungkin terwujud tanpa dukungan tak henti yang dia dapatkan dari penggemar. Pria yang sekarang sudah meninggalkan mereka ini mengatakan kalau dia akan selalu mengingat kenangan dari trofi juara pertama yang mereka dapatkan. Dia juga mengaku kalau kemanapun dia pergi, dia akan berharap tim ini selalu bisa bergerak maju untuk mencapai hal-hal luar biasa. Dia yakin kalau klub ini akan terus mencapai kesuksesan merea di masa yang akan datang. Sebagai bagian terakhir dari ucapan perpisahannya, pria ini menyampaikan dukungan emosional kepada semua orang yang terlibat dengan tim ini.

Sampaikan Salam Perpisahan

Javier Mascherano mungkin adalah sosok pelatih dengan periode tugas yang sangat atau mungkin paling singkat di tim asal Amerika Serikat ini. Dia pertama kali mengambil peran penting ini di musim 2025, di fase awal. Tugas ini diberikan kepadanya setelah tim ini memberhentikan pelatih mereka terdahulu, Tata Martino.

Bersamanya, tim sepakbola ini telah mengoleksi 38 kali menang, 15 kali seri, dan dilengkapi dengan 14 kali kalah. Total ada 67 pertandingan yang mereka jalani bersama pelatih ini selama bergabung dengan mereka. Di bawah  arahan dari pelatih berusia 41 tahun ini, tim yang bertarung di kompetisi MLS Amerika Serikat ini juga berhasil memenangkan trofi juara MLS mereka untuk pertama kalinya. Kemenangan ini dipastikan setelah mereka behrasil menggulung lawannya dengan skor 3-1 di bulan Desember yang lalu. Penggemar mereka yang hadir dalam pertandignan di Stadion Chase langsung menyambut kemenangan ini dengan sorak sorai.

Dengan hasil positif yang mereka dapatkan, tim ini punya harapan besar untuk bisa mengulangi prestasi yang sama di tahun ini. Harapan mereka semakin besar karena tim ini baru saja pindah ke stadion mereka yang baru di Taman Kemerdekaan Miami. Hanya saja, kalau benar mereka ingin berhasrat mempertahankan reputasinya sebagai pemenang di Piala MLS, tim ini harus melakukan semua upaya yang mereka inginkan di bawah pelatih kepala yang baru. Strategi baru harus diracik. Formasi baru mungkin harus dipertimbangkan. Semuanya harus dipikirkan ulang setelah Javier memilih untuk meninggalkan tugas penting ini.

Tentang keputusan pelatihnya untuk meninggalkan tim ini, pemilik sekaligus pengelola tim, Jorge Mas, menyampaikan tanggapan pribadinya. Dia mengatakan kalau Jorge akan selalu menjadi bagian dari sejarah tim ini. Pria ini akan selalu memiliki tempat istimewa dalam hati dan ingatan seluruh keluarga Inter Miami. Dari kacamatanya, mantan pelatih mereka ini adalah orang yang memainkan peran penting dalam pencapaian mereka yang luar biasa. Bersamanya, mereka telah berhasil memenangkan Piala MLS. Mereka juga mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam gelaran Piala Dunia Antarklub. Tapi menurutnya yang plaing penting adalah karena pelatih ini telah menerapkan standar yang baru dan lebih tinggi lewat dedikasinya serta kerja keras yang ditunjukkannya setiap hari kepada tim. Dia kemudian mengatakan kalau mereka semua menghormati keputusan yang telah dibuatnya. Mereka juga sangat berterimakasih atas semua hal yang telah diberikan dan dicapainya bersama mereka. Sebagai bagian dari tim ini, dia juga menyampaikan harapan kalau mantan pelatihmereka ini akan bisa mencapai hal terbaik untuk masa depannya secara pribadi maupun dalam dunia profesional.

Setelah kepergian mantan pelatihnya, Inter Miami sekarang mempercayakan tugas pelatih sementara kepada Guillermo Hoyos. Dia akan menjalankan tugas berat karena akan langsung mengelola pemain kelas dunia seperti Luis Suarez, Rodrigo de Paul, sampai Lionel Messi. Tugas ini akan terus dia jalankan sampai mereka berhasil menemukan sosok pelatih permanen yang baru.

Penunjukan Hoyos dipercaya akan bisa meneruskan warisan yang dibangun oleh pelatih sebelumnya. Dia kerap disebut sebagai ayah sepakbola dari Lionel Messi. Nama ini diberikan kepadanya setelah berhasil membantu pemain legendaris Argentina ini dalam mengembangkan kemampuannya selama bertugas sebagai pelatih di La Masia, sebutan untuk akademi pemain muda Barcelona yang sangat terkenal.

Sekarang, salah satu pemilik Inter Miami, David Beckham, sedang melaukkan pencarian untuk menemukan sosok pelatih kepala yang baru. Sementara Hoyos akan mengelola tim utama senior, dimulai dengan pertandingan tandang mereka di hari Sabtu melawan Colorado Rapids.