Lompat ke konten

Lamine Yamal Pecahkan Rekor Erling Haaland

  • oleh

Barcelona selalu menjadi tim yang penuh kejutan. Banyak orang mengira ketika Lionel Messi memilih untuk meninggalkan tim ini, masa depan Barcelona akan langsung menjadi berantakan. Tapi tim legendaris asal Spanyol ini membuktikan kalau mereka tidak hanya bisa sekadar bertahan. Masalah keuangan memang sudah menjadi isu yang selalu menghantui perjalanan tim ini. Tapi mereka berhasil bertahan menjadi tim dengan nama-nama besar yang siap memecahkan rekor yang mengukir prestasi. Inilah yang persis dilakukan pemain muda mereka, Lamine Yamal. Digadang-gadang sebagai pemain muda berbakat untuk masa depan sepakbola Eropa, pemain Barcelona ini baru saja memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Erling Haaland.

Lamine Yamal Pecahkan Rekor

Pemain muda fenomenal asal Barcelona, Lamine Yamal, kembali mencuri perhatian. Usianya memang muda, tapi pemain ini sudah berhasil memecahkan 2 rekor sekaligus, langsung di Liga Champions. Dengan dua rekor baru ini, dia langsung melewati prestasi yang dicetak oleh Erling Haaland. Tak perlu dua momen untuk mencetak 2 rekor baru ini. Pemain La Blaugrana ini langsung memastikannay lewat gol pembuka yang dia hantamkan ke gawang lawan mereka ketika Barcelona bertarung melawan Atletico madrid pada hari Selasa malam yang lewat.

La Blaugrana bertandang ke Wanda Metropolitano. Mereka berharap peratndingan ini akan bisa menjadi kesempatan emas untuk mengejar ketertinggalan dari leg pertama. Di leg ini, mereka sudah berjuang keras, tapi tak bisa menghalau langkah dari lawannya. Dua gol menjadi penghias pertandingan leg pertama, tanpa satu pun gol balasan dari pemain Barcelona. Pertarungan mereka di babak perempat final UCL kemudian berlanjut. Dua gol pahit dari Alexander Sorloth dan Julian Alvarez menjadi pelajaran pahit yang harus ditelan pemain Barcelona. Pertandingan leg kedua seharusnya menjadi momen mereka bisa menebus kesalahan ini.

Hansi Flick seharusnya akan terpaksa mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Strategi harus disesuaikan setelah Raphinha dipastikan cedera dan tidak akan bisa membantu mereka. Tapi tim yang masih aman berada di puncak La LIga ini tak butuh banyak waktu untuk memastikan sepak terjang mereka di pertandingan ini langsung dirasakan oleh lawannya.

Manfaatkan Kekacauan

Pemain Barcelona mencoba semua kemampuan terbaik mereka untuk bisa memberikan hasil terbaik dari pertandingan ini. Kekacauan yang terjadi di bagian belakang Atletico Madrid membuka jendela emas yang kemudian dimanfaatkan pemain Barcelona. Mereka langsung menggunakan kesempatan emas ini untuk mencetak gol dan unggul di menit ke-4 pertandingan. Lamine Yamal berhasil menerima umpan silang dari Ferran Torres, sekaligus memastikan mereka mendapatkan momentum yang tepat untuk meningkatkan intensitas serangan.

Dengan melakukan serangan pembuka ini, pemain yang lahir di SPanyol ini menjadi pemain muda pertama dalam sepanjang sejarah Liga Champions yang berhasil mencetak 20 gol dalam turnamen ini. Ketika dia mencapai titik ini, pemain ini baru berusia 18 tahun dan 275 hari.

Rekor Baru untuk Lamine Yamal

Sebelum menjalani pertandingan ini, pemain  Barcelona ini sudah mengumpulkan 10 gol atas namanya sendiri. Dia juga sudah mengumpulkan 9 asist untuk timnya sebelum pertandingan leg kedua yang digelar pada hari Selasa itu. Namanya semakin bersinar di hati para penggemar setelah dia juga berhasil mengukir namanya dalam buku sejarah lewat serangan mematikan yang dia lancarkan di menit keempat.

Betul kalau pemain berusia 18 tahun ini menjadi pemain paling muda untuk pernah terlibat dalam 10 gol di Liga Champions, semuanya dalam satu musim tunggal. Dia berhasil mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Erling Haaland yang juga mendapatkannya di usia muda. Pemain yang sekarang tergabung di Manchester Ciity ini berhasil mencapai gol 2 digit ketika masih bergabung dengan Red Bull Salzburg. Di usia 18 tahun dan 212 hari, dia berhasil mencetak rekor ini. Tapi sekarang dengan jumlah yang sama  yang dicetaknya, Lamine Yamal menjadi pemain termuda untuk urusan prestasi ini.

Setelah mereka berhasil mencetak gol pembuka dalam waktu yang begitu cepat, Barcelona segera bertindak cepat. Mereka tidak ingin kehilangan momentum. Serangan terus mereka tingkatkan untuk menyeimbangkan skor secara agregat. Ferran Torres kali ini tampil. Tak lagi hanya mau bertugas sebagai pemberi umpan bola, pemain ini langsung meningkatkan perannya sebagia pencetak gol. Dia menjadi pencetak gol kedua bagi Barcelona. Kedudukan 2-0 kemudian terus bertahan sampai pertandingan dinyatakan selesai.

Pemain yang dulu pernah bertugas sebagai striker di Manchester City ini menerima umpan dari rekan setimnya, Dani Olmo. Dia kemudian melesatkan tendangan ke sisi jauh gawang lawan. Keberhasilannya dengan mencetak gol ke gawang Atletico Madrid menjadi bukti yang terpampang jelas di muka Hansi Flick. Ketika pelatih Barca ini memilihnya dan bukan Robert Lewandowski, banyak orang yang ragu. Tapi gol yang dia cetak menjadi bukti kalau pemain ini memang sudah layak untuk menghadapi pertandingan level elite.

Hanya saja, tim lawan kembali memulihkan skor agregat mereka melalui serangan dari mantan pemain sayap Fulham, Ademola Lookman. Serangan ini memaksa mereka untuk menyerahkan kembali kontrol atas pertandingan sekaligus akses mereka ke semifinal. Sekarang, seandainay saja Barcelona bisa membalikkan arah pertandingan melawan Atletico Madrid, mereka akan berhadapan dengan lawan di fase berikutnya. Mereka harus menanti pertandingan dengan melawan antara Sporting Lisbon atau Arsenal. Salah satu dari dua nama ini akan menanti mereka ketika nanti tim ini bertarung di fase semifinal Liga Champions.

The Gunners sampai saat ini masih diunggulkan. Ketika dua tim ini bertarung di leg pertama, The Gunners berhasil unggul dengan skor 1-0 di babak pertama. Tapi dengan gol seperti ini, The Gunners harus berusaha keras. Sporting Lisbon yang menjadi lawan mereka nanti dikenal bukan tim sembarangan. Mereka bisa dengan mudah memutarbalikkan kondisi dan mengunci tiket untuk melawan Barcelona.